Olah raga bela diri tradisional "LANGGA" Gorontalo
02 Oktober 2015
05:51:52 WIB
Indonesia
memiliki kekayaan kultural yang beragam. Setiap kultur, etnis, suku dan
agama memiliki ekspresi dan cara pengungkapannya masing-masing. Salah
satu ekspresi itu tercermin pada olahraga tradisional yang hidup dan
berkembang subur pada setiap daerah. Olahraga tradisional yang
berkembang di masyarakat bukan hanya sebatas permainan, tetapi
mengandung nilai-nilai luhur yang dapat dijadikan pelajaran. Selain itu,
kekuatan magis dan olah seni pun melengkapi eksistensi olahraga
tradisional. Keunikan olahraga tradisional menambah warna kekayaan
budaya kita yang beragam dan majemuk. Beberapa contoh olahraga
tradisional Gorontalo antara lain, Langga,Tongkobe, Tolode.
Olahraga
tradisional Gorontalo yang beragam ini kini kondisinya memperihatinkan,
karena posisinya telah tergantikan oleh berbagai permainan canggih dan
bersifat otomatis serta digital. Anak-anak dan pemuda Gorontalo kini
memiliki kecenderungan kurang mengenal olahraga tradisional Gorontalo.
Padahal olahraga tradisional bisa menjadi modal bagi ketahanan budaya
menghadapi serbuan budaya global. Olahraga tradisional bisa dijadikan
perisai atau jati diri bangsa dalam pentas global. Selain itu, juga
memiliki dimensi lain, yakni potensi bagi upaya untuk mendukung
pariwisata. Keunikan olahraga tradisional akan dapat menarik minat
banyak wisatawan mancanegara untuk datang ke Gorontalo. Hal ini dapat
berdampak ekonomis terutama bagi masyarakat dan daerah Gorontalo. Selain
itu, olahraga ini berdampak positif bagi terwujudnya masyarakat yang
bugar, tegar dan memiliki sportifitas tinggi.
Salah satu peninggalan kebudayaan yang berkembangan di masyarakat Gorontalo adalah seni beladiri tradisional Langga. Beladiri Langga adalah
salah satu seni beladiri yang berkembang dimasyarakat Gorontalo pada
masa kerajaan dengan mengalami masa ke emasan pada pasca kemerdekaan
Gorontalo pada tahun 1942. dalam perkembagannya olahraga Beladiri Langga menjadi
perwujudan dari ketangguhan dari pejuang-pejuang masyarakat Gorontalo
ketika menghadapi kaum penjajah bangsa Belanda dan Jepang.
Seni beladiri tradisional Langga Gorontalo
ada dua jenis yakni Langga BuA dan Langga LaI. Diliat dalam struktur
gerak dan tradisi sama, yang membedakan adalah pada karakternya yakni
Langga bu’a lebih agresif dalam menantang lawan, ditandai dengan tidak
lagi menghormati kepada lawannya. Sedangkan langga La’I lebih tenang
terhadap lawan, tapi memiliki ke waspadaan tinggi dan kewibawaan,
kadangkanlah dengan langga la’I salah satu lawan akan takluk tanpa
perlawanan.
Pada prinsipnya seni beladiri tradisional Langga untuk mempertahankan diri dari serangan musuh. Beladiri Langga,
ini merupakan seni beladiri yang menjadi milik Gorontalo, dimana seni
beladiri ini tidak digunakan untuk membunuh, melainkan menjaga diri,
melumpuhkan lawan tetapi tidak diwajibkan untuk hal-hal yang menimbulkan
korban jiwa. Beladiri Langga adalah
seni beladiri dengan tangan kosong, dan merupakan perkawinan tendangan
dengan pukul serta tangkapan yang terencana dalam upaya mengenai titik
kelemahan pada tubuh manusia, atau menjatuhkan lawan mainnya. Di samping
sebagai alat beladiri terdapat ajaran-ajaran filosofi kehidupan sebagai
perwujudan terhadap pengakuan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (EeyA).
Selama ini beladiri Langga dipandang
sebelah mata oleh kalangan awam, karena masih dianggap jenis
beladiri/beladiri yang ketinggal zaman karena hanya mengandalkan
kekuatan fisik dan beladiri Langga dipandang tidak lebih hanya
dari seni ke indah saja, yang tidak dapat di gunakan dalam pertarungan
pada zaman modern. ini menyebabkan masyarakat mempunyai persepsi yang
campur aduk tidak karuan terhadap beladiri langga. tidak adanya satu kesepakatan masyarakat mengenai ilmu beladirilangga berdampak pada menurunya jumlah orang yang tertarik mempelajari salah satu budaya luhur Gorontalo ini.
Selain itu adanya tradisi-tradisi tidak logis seperti aturan sesorang yang mau belajar beladiri langga matanya
harus di tetesi (dalam bahas Gorontalo 'Pitodu') dengan minyak kelapa
yang kelapanya khusus dipanjat pada hari jumat dengan jenis kelapa yang
tidak biasa, setelah itu proses pembuatannya harus melalui syarat-syarat
tertentu agar khasiat dari minyak ini sangat mujarab ketika digunakan
untuk mengbeat atau MODUHU para murid langga yang dianggap sudah tamat
belajar langga.
Olahraga beladiri Tradisional Langga di
Provinsi Gorontalo belum mempunyai struktur gerak sehingga menyulitkan
masyarakat untuk mendalami olahraga beladiri Tradisional Langga tersebut. Olahraga beladiri Tradisional Langga belum
diketahui masyarakat secara pasti landasan filosofis dan nilai dalam
setiap gerak seni yang di lakukan. Belum adanya aturan yang tertulis
tentang aturan baku olahraga beladiri Tradisional beladiri Langga sewaktu dalam pertandingan. Untuk
itu, pelestarian, pembinaan dan pengembangan olahraga tradisional
beladiri langga adalah tindakan positif yang perlu kita dukung. Karena
olahraga tradisional beladiri langga memiliki daya dan kekuatan yang
menyebabkan kita sebagai daerah memiliki “kekebalan budaya” agar tak
punah dan gagap dalam pergaulan dengan komunitas global. Olahraga
tradisional beladiri langga sebagai aset kekayaan budaya daerah dapat
menjadi fondasi yang kokoh dan kuat dalam membangun karakter daerah.
SUKA KALAH JUDI ?
BalasHapusSUDAH TIDAK JAMAN NYA LAGI
AYO GABUNG SEKARANG JUGA
KAMI HADIR DENGAN INOVASI TERBARU DAN TERCANGGIH
POKER - DOMINO - CAPSA - CEME
Dengan Jackpot yang berlimpah
Dan Mudah menang nya setiap hari (PIN BBM : 7AC8D76B)